Cara Membuat Database MySQL dan Import Data via phpMyAdmin
Menyiapkan database untuk WordPress, Laravel, dan aplikasi web lainnya
Membuat database baru
- Login ke Plesk, buka menu Databases → Add Database.
- Isi Database name, misalnya
db_website. Plesk akan menambahkan awalan sesuai akun Anda. - Pada bagian Related site, pilih domain yang akan menggunakan database ini.
- Centang Create a database user, lalu isi username dan kata sandi.
- Gunakan tombol Generate untuk membuat kata sandi acak yang kuat, lalu simpan di pengelola kata sandi Anda.
- Klik OK.
Data koneksi untuk aplikasi Anda
| Parameter | Isian |
|---|---|
| Database Host | localhost |
| Database Name | Nama lengkap database termasuk awalannya |
| Database User | Username yang Anda buat |
| Database Password | Kata sandi yang Anda tetapkan |
| Port | 3306 (umumnya tidak perlu diisi) |
Isikan data di atas pada
wp-config.php untuk WordPress, atau berkas .env untuk Laravel.Import file .sql melalui phpMyAdmin
- Buka Databases, lalu klik phpMyAdmin pada database yang dituju.
- Pilih nama database di panel kiri.
- Klik tab Import → Choose File → pilih berkas
.sqlAnda. - Biarkan Format pada pilihan SQL, lalu klik Import.
Bila muncul pesan "file exceeds max allowed size" atau proses berhenti di tengah jalan, berarti ukuran berkas melebihi batas unggah. Kompres berkas menjadi
.sql.gz atau .zip (phpMyAdmin dapat membacanya langsung). Untuk database di atas 200 MB, buka tiket support agar kami import langsung dari sisi server.Backup database
Pada phpMyAdmin, pilih database Anda, klik tab Export → metode Quick → format SQL → Export. Lakukan sebelum melakukan pembaruan besar pada website Anda.
Masih butuh bantuan? Buka tiket melalui Client Area, kirim email ke administrator@rozzaqcloud.com, atau hubungi WhatsApp +62 896-0336-3136.© ROZZAQCLOUD Digital Solutions